bunga malam membawa kesedihan
luka yang mendalam membawa kepedihan
tanpa sebuah pertanyaan
aku berjalan menyusuri lembah yang kelam
membuat aku terlupakan akan dunia
bahwa dunia itu terlalu baik
sebaik apapun perjalanan ini
tetap aku merasa kalah
karena aku begitu takut
takut akan kehilangan dirinya
dirinya begitu berharga
karena dia itu sempurna
Jalan-jalan ke Singapura memang terasa beda. Ada saja hal yang membuat gue kaget. *Ga tau gue yang kaget, atau gue yang norak*
Siapa yang ga tau jalan Race Course, Singapura. Di mana restauran India berjejeran disana. Salah satu yang menarik adalah restauran Muthu’s Curry, yang terletak di 138 Race Course Rd.
Bukan hanya karena rasa dari makanan khasnya, yaitu Fish Head Curry, tapi dari segi pelayanannya juga. Restauran-restauran lain di Singapura biasanya butuh waktu sampai 45 menit untuk memesan makanan. Tapi disini beda, begitu gue masuk, pelayan dengan dilengkapi PDA ditangan langsung melayani. Ya, PDA! Setelah tanya-tanya, ternyata PDAnya itu terhubung dengan jaringan WiFi di restauran itu.
Begitu gue pesen menu, pelayannya dengan asyiknya mentap-tap layar PDAnya. Less paper, berarti penghematan. Dan juga menghemat waktu, karena si pelayan ga perlu bolak-balik.
Hal itu berbeda banget dengan di Indonesia, memang banyak restauran dan kafe yang sudah memiliki WiFi untuk memikat pelanggan. Tapi semuanya sama, baru memanfaatkannya sebatas hotspot gratis.
Ah… Andai saja nanti kafe di Indonesia bisa seperti di sana.
![]()
No offence. Cuma ingin ngungkapin pendapat dan unek-unek gue aja. Read more…
Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Ferrari yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar. Read more…
Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya,menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.
Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai. Read more…