Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang
semula. Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap
aku.
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku
lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana
dahulu aku mengajarmu.
Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang
sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah
mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang
cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar
kau tidur.
Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku,
jangan marah padaku.Ingatkah sewaktu kecil aku harus
memakai segala cara untuk membujukmu mandi?
Ketika aku tak paham sedikitpun tentang teknologi dan
hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana
dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa”
darimu.
Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang
masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat
kau belajar berjalan waktu masih kecil.
Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita,
berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku,
apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau di
samping mendengarkan, aku sudah sangat puas.
Ketika kau memandang aku yang mulai menua,janganlah
berduka.Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku
menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani
kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana
menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku
menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan
senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat
cintaku yang tak terhingga untukmu.
***
Kalo ada yang udah baca, sori. Gue cuma mau berbagi aja, soalnya setiap gue baca ini, gue selalu keinget nyokap. Gue yang udah sering banget ngecewain, nyakitin, dsb, tapi nyokap gue terus ngedukung gue, baik dari segi ekonomi maupun kasih sayang.
Thanks mom..
Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan
senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat
cintaku yang tak terhingga untukmu.
dalam bgt uey ;)
nice one! aq menangiiiis…. hiks….
jadi sedih nih… soalnya aq bandel banget sama ortu.. hiks… :((
[...] kita selalu saja memuji-muji ibu kita. Tapi ternyata, ayah juga benar-benar [...]
Gitu ya, Rie
Bagus postingnya, seperti posting2 yg laen
Human life for generations until the end
Nice to meet ya
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
waterbomm said,
May 7, 2008 @ 3:24 pm Quoteibu - agh ga bisa berkata2