Kompas, 2 Mei 2008 (bag 1)

Halooo!

Gua enggak tau ini bakal masuk artikel atau cuma surat. Tapi yang pasti gua pengin pemerintah tau keadaan dunia pendidikan Indonesia kayak apa.

Kompas, Rabu, 23 April 2008 ada artikel tentang target kelulusan Ujian Nasional di Kalimantan, dan disitu bilang bila ada siswa dari SMA Negeri di Kalimantan yang lulus hanya 75%, Kepala Sekolah akan dimutasi karena dianggap telah gagal mendidik muridnya.

Gua enggak tau pasti kebijakan kayak gini bakal direalisasikan atau enggak. Tapi kalau ini jadi dilaksanakan, menurut gua cara yang “nggak banget”. Karena guru-guru atau Kepala Sekolah jadi menghalalkan segala cara biar anak-anaknya lulus. Tau deh pake cara apa.

Kompas, 25 April 2008, ada artikel yang nyebutin Wapres Jusuf Kalla bilang kalo UN di Jakarta aman dan terkendali, beliau ngomong gitu habis ninjau UN di SMA N 36 Jakarta. Trus gimana nasib sekolah lain?

Minggu, 27 April 2008, pukul 16.30 di Trans-7, ada reportase pelaku pembocoran soal UN SMA yg nama dan suaranya disamarkan. Di situ pelaku jelas memberitahu detail penjualan soal. Mereka punya kenalan orang dalam dan transaksi dilakukan di atas jam 10 malam. Pelaku sudah punya cetakan segel yang dibuat mirip aslinya.
Soal bahasa dijual 50 ribu, sedangkan soal eksak dijual 150 ribu. Pembelinya tau darimana? Katanya sih tau dari alumni-alumni. Kok bisa? Berarti, transaksi kayak gini udah berlangsung lama donk. Tapi disaat udah terang-terangan ketauan gitu. Pemerintah masih saja menjelaskan bahwa soal itu tidak ada yg bocor! Menurut kalian gimana?

Kompas, 28 April 2008, beberapa rektor PTN bilang intinya nilai UN enggak jadi penentu seorang buat masuk PTN. Nah lho? Trus kalo bukan jadi penentu, nilai UN buat apa? Formalitas??
Serius deh, pemerintah enggak usah bikin penentu atau patokan yang enggak realistis! Enggak bermutu hasilnya! Dengan standar nilai UN yang dinaikin, apa peringkat negara kita meningkat ke arah yang lebih baik? Kalaupun meningkat, apa kita bangga dengan proses berantakan gini? Normalnya dan harusnya sih pemerintah ikut malu…

Ditulis oleh: Aloysia Renata, SMA Ricci 2, Bintaro Tangerang, kelas xii IPA

waterbomm said,

May 2, 2008 @ 1:31 pm Quote

bahkan ada beberapa siswa yang dengan gampangnya dibohongin sama orang kampung alias yang pegang daerah untuk mendapatkan jawaban dengan jumlah uang yang ga banget - ini kenyataan, ntah dari guru atau bukan.. :D

pudakonline said,

May 2, 2008 @ 2:10 pm Quote

Hm… kaget, anak SMA dah tahu kebodohan penentu kebijakan, dan ini terlebih soal pendidikan yang telah menelantarkan moral, memang, pembodohan dengan sistem yang rapi bisa jadi sudah berlangsung lama di dunia pendidikan kita, dan anak didikpun tak semudah itu lantas percaya dengan sistem yang mengada-ada.

Siswa, bersatulah!

Andre said,

May 2, 2008 @ 2:35 pm Quote

Banyak sih kecerobohan kebijakan pemerintah kaya gini…semoga indonesia jadi negara yang lebih “berpendidikan”…
salam kenal!

natazya said,

May 2, 2008 @ 5:08 pm Quote

iyah emang ga penting yaaaaaaaaaaaa

yang lebih aneh banget itu kalau sampai ada konspirasi terang terangan murid dan guru, sebar jawaban ujian di pagi hari sebelum ujian mulai, cuma menghindari tidak lulus itu tadi! *terjadi beneran di sekolah adik saya tahun lalu*

trus ngapain lulus dengan nilai gede juga?

ga mutu…

lovesomatic said,

May 2, 2008 @ 5:13 pm Quote

salut….autokritik buat pemerintah, smg tdk ada lg pembodohan di negeri ini :mrgreen:

Okta Sihotang said,

May 2, 2008 @ 9:04 pm Quote

langsung dimutasi ??
begh..itu mah namanya udah ancaman, so..mau g mau kepala sekolahnya pasti jadi bermain dibelakang layar sehingga semua siswanya bisa lulus >= 75 %
acem mananya ?? :(

hanggadamai said,

May 3, 2008 @ 8:45 am Quote

semua itu terjadi akibat pendidikan di indonesia berorientasi kepada nilai…

Ich hund said,

May 3, 2008 @ 2:26 pm Quote

Ri,tw gak? Di medan setelah hari un,ada detasemen 88 anti teror buat nangkep guru yg ngasih bocoran ke muridnya. Yang gw denger di prambors,yg namanya un cuma buat meningkatkan taraf pendidikan di luar negeri. Ayo ri,apa singkatan toti?

anggangelina said,

May 3, 2008 @ 3:51 pm Quote

bener banget ri. Kebijakan pemerintah sangatlah tidak bijak. Tingkah mereka yang sesukanya aja bikin banyak masalah timbul, udah gtuh kekacau”an yg timbul gara” ‘kebijakan’ mereka malah dilemparin ke org laen… parah….

kakahelmy said,

May 3, 2008 @ 6:58 pm Quote

Selamat Hari Pendidikan Nasional yaa…

Belajar yang baik, cari ilmu jangan cari nilai, ikutin aja kemauan pemberi kebijakan. Gak lulus ikut ujian lagi taun depan. toh bukan akhir dunia. Mundur setahun dari jadwal kuliah karena ngulang UN malah akan lebih membantu kita menghargai hidup. Tapi kalo langsung lulus, kita tau bahwa hidup adalah perjuangan. Ayo semangat belajar! Ikuti kakak2 kita yang udah sukses melaluinya.

Febra said,

May 4, 2008 @ 8:09 pm Quote

mungkin siswa siswinya gobl*k kali ya, hehehe :D

ladyrockstar_myelectrical@yahoo.com said,

May 8, 2008 @ 1:54 pm Quote

wahh.. bener bgt.. pemerintah skrg emang cm asal ngmn doang..
gla hormatlah istilah halusnya.. *halus?* :peace:

ladyrockstar_myelectrical@yahoo.com said,

May 8, 2008 @ 1:57 pm Quote

parahhh..

princess sophia said,

May 8, 2008 @ 2:23 pm Quote

jangan manja dong…makanya belajar yang nggenah biar ntar regenerasi kepemimpinan di departemen pendidikan digantiin ma orang2 nggenah yang ngerti ni negara mau dibawa kemana.

cepetan sebelum jawa tenggelam.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI


Leave a Comment

:razz: :mrgreen: :) :( :P :oops: :lol: more »